Konflik Antar Desa di Pulau Adonara Berakhir Damai, Ritual Adat Lepan Dopi Ledan Gala Jadi Penutup Sengketa Lahan

Penulis: Endra Sanjaya  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 22:09:31 WIB
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, memimpin prosesi penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Damai oleh kedua desa yang berkonflik di Pulau Adonara.

ADONARA — Rangkaian rekonsiliasi ditandai dengan pembacaan komitmen damai dan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Damai oleh kedua belah pihak. Proses sakral dilanjutkan dengan Sumpah Adat dan Ritual Bau Lolon yang dipimpin tetua adat Lewonara dan Bele sebagai pengukuhan di hadapan Rera Wulan Tana Ekan (Tuhan dan Alam Semesta).

Melalui ritual sambung koda haten, masyarakat diajak memulihkan kembali hubungan kekeluargaan atau kaka ari. Ritual ini dimaksudkan untuk menghentikan lingkaran dendam antargenerasi serta menjadikan Adonara sebagai rumah bersama yang aman, damai, dan harmonis.

Pesan Wagub: Konflik Tak Pernah Membawa Kemenangan

Johni Asadoma mengapresiasi kebesaran hati para tokoh adat, tokoh agama, pemerintah desa, dan masyarakat yang memilih jalan dialog daripada memperpanjang konflik dan dendam. Ia menegaskan bahwa konflik tidak pernah membawa kemenangan bagi siapa pun.

"Yang kalah sesungguhnya adalah persaudaraan kita. Melalui ritual Lepan Dopi Ledan Gala dan Jeda Sakral, kita diingatkan untuk meletakkan Dopi (perisai) dan Gala (tombak)," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Kupang.

Menurut Johni, konflik pertanahan yang terjadi telah menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta benda. Seluruh pihak harus menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran berharga untuk menjaga perdamaian ke depan.

Pembangunan Butuh Kondisi Aman dan Damai

Wakil Gubernur NTT menekankan bahwa pembangunan tidak mungkin berjalan maksimal dalam suasana konflik. Pembangunan jalan, sekolah, fasilitas kesehatan, ekonomi, pariwisata, dan berbagai program pemerintah membutuhkan kondisi masyarakat yang aman dan damai.

Ia pun mengajak masyarakat Adonara kembali menghidupkan semangat hidup rukun sebagai kakak dan adik karena berasal dari satu rahim yang sama. Kehadiran jajaran pimpinan daerah lintas sektor mempertegas komitmen bersama dalam merawat toleransi dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Bupati Sebut Kesepakatan Jadi Tonggak Bersejarah

Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen menyampaikan terima kasih atas kebesaran jiwa para orang tua serta saudara-saudari hingga tercapai keputusan besar. Ia menyebut hari tersebut sebagai tonggak teramat penting bagi seluruh masyarakat Adonara.

"Hari ini merupakan tonggak yang teramat penting bagi kita seluruh masyarakat Adonara, di mana kita dapat menyaksikan peristiwa yang sangat bersejarah ini," kata Antonius.

Rekonsiliasi ini menjadi puncak penyelesaian sengketa agraria yang sempat memicu ketegangan antar kedua desa pada Sabtu (18/7/2026) lalu. Peristiwa tragis tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia, 68 unit rumah terbakar, serta menimbulkan sejumlah kerugian lainnya.

Wakil Gubernur NTT hadir bersama Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen, Wakil Bupati Flores Timur Ignasius Boli, Kapolres Larantuka AKBP Gede Putra Yase, Dandim 1624 Letkol Inf. Erly Merlian, serta Kepala Kanwil HAM Oce Yuliana N. Boymau.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top