NUSA TENGGARA TIMUR — Gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 resmi ditutup pada Minggu, 9 Agustus 2026. Selama 11 hari berlangsung di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, pameran otomotif terbesar di Asia Tenggara ini mencatatkan sejumlah capaian yang melampaui penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menyebut ada fenomena menarik dari perilaku pengunjung tahun ini. Rata-rata pengunjung menghabiskan waktu sekitar 5 jam di area pameran, sebuah peningkatan signifikan yang menurutnya disebabkan oleh semakin lengkapnya pilihan merek dan produk.
"Hal yang istimewa pada tahun ini, berdasarkan data yang kami terima, adalah peningkatan durasi lama waktu berkunjung di area pameran," terang Anton (10/8/2026).
Aktivitas test drive menjadi salah satu daya tarik utama yang mengalami pertumbuhan pesat. Sepanjang pameran, tercatat lebih dari 26.000 trip test drive dilakukan pengunjung, atau naik 30 persen dibandingkan edisi sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa pengunjung tidak hanya sekadar melihat, tetapi juga serius menjajal performa kendaraan sebelum memutuskan pembelian.
Total 37 kendaraan baru meluncur pada GIIAS 2026. Jumlah ini menjadi katalis utama yang membuat pengunjung betah berlama-lama di booth pameran. Beragam model anyar dari berbagai segmen, mulai dari kendaraan listrik murni hingga SUV konvensional, turut memperkuat posisi GIIAS sebagai ajang peluncuran produk paling penting di Indonesia.
Skala penyelenggaraan tahun ini tercatat lebih besar dari sebelumnya. Lebih dari 65 merek otomotif ternama ambil bagian, terdiri dari 43 merek kendaraan penumpang, 7 merek kendaraan niaga, dan 13 merek sepeda motor. Nama-nama besar seperti Toyota, Honda, Hyundai, BYD, hingga merek premium seperti BMW, Mercedes-Benz, dan Lexus turut meramaikan ajang ini.
Dukungan pemerintah juga terlihat jelas. GIIAS 2026 resmi dibuka pada 30 Juli 2026 oleh Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita. Beberapa pejabat negara seperti Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyempatkan diri hadir di tengah pameran.
Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menilai kehadiran jajaran pemerintah menjadi sinyal positif. Menurutnya, momen ini menjadi ajang strategis untuk menyampaikan berbagai isu industri otomotif sekaligus mendapatkan arahan terkait daya saing pasar nasional.
Meski catatan pengunjung terlihat impresif, perlu dicermati bahwa tren ini belum tentu berkorelasi langsung dengan angka penjualan nasional. Data GIIAS 2026 memang menunjukkan antusiasme publik yang tinggi, namun keputusan pembelian riil biasanya baru terlihat satu hingga dua bulan setelah pameran berakhir melalui data wholesales dari masing-masing merek.
Selain itu, dominasi kendaraan listrik di panggung pameran masih menyisakan pekerjaan rumah besar terkait infrastruktur pengisian daya di luar Pulau Jawa. Jadi, meskipun 496.378 pengunjung datang dan 26.000 test drive terjadi, tantangan terbesar industri otomotif Indonesia bukan lagi soal menarik minat, melainkan memastikan ekosistem pendukung siap sebelum pengguna benar-benar beralih ke kendaraan elektrifikasi.