KUPANG — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, mengungkapkan bahwa proses pendampingan terhadap sekolah penerima bantuan terus berjalan. Pendampingan dilakukan hingga anggaran masuk ke rekening masing-masing satuan pendidikan dan kegiatan perbaikan dapat dieksekusi di lapangan.
Dari total usulan yang diajukan sekitar 300 sekolah, realisasi bantuan saat ini baru mencakup hampir 60 satuan pendidikan untuk jenjang SD dan SMP. Jika digabungkan dengan jenjang SMA yang dikelola pemerintah provinsi, serta PAUD dan PKB, jumlah penerima manfaat dipastikan jauh lebih banyak.
Untuk kelompok PAUD dan PKB, tercatat lebih dari 20 lembaga telah mengikuti bimbingan teknis. Sekitar 10 di antaranya bahkan telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai syarat pencairan dana.
Marthen menjelaskan bahwa usulan perbaikan sekolah tidak hanya berasal dari pihak sekolah dan dinas pendidikan. Aspirasi anggota DPRD serta intervensi langsung dari kementerian melalui program SERUNI dan berbagai jalur pendukung lainnya turut mendorong realisasi program ini.
Perbaikan yang dilakukan menyasar aspek fisik bangunan sekolah. Beberapa pekerjaan yang menjadi prioritas meliputi penggantian atap, perbaikan plafon dan dinding, lantai, toilet, hingga perbaikan lapangan.
Seluruh kegiatan pengadaan dan pengerjaan dikelola langsung oleh tim P2SP yang dibentuk di tingkat sekolah. Pembentukan tim ini mengacu pada petunjuk teknis yang berlaku sehingga masyarakat dapat turut serta mengawasi jalannya perbaikan.
"Seluruh kegiatan dikelola langsung oleh tim P2SP yang dibentuk di tingkat sekolah sesuai petunjuk teknis yang berlaku. Sehingga masyarakat dapat turut serta mengawasi dan memastikan perbaikan sekolah berjalan dengan baik," pungkas Marthen.