NUSA TENGGARA TIMUR — Microsoft kembali memperluas fleksibilitas masuk (sign-in) ke browser Edge. Setelah sebelumnya mendukung akun Google, kini giliran akun Apple yang diuji dalam build Edge Canary untuk desktop. Fitur ini ditemukan oleh Leo Varela, pengamat yang kerap membagikan temuan fitur tersembunyi di berbagai browser.
Dengan dukungan ini, pengguna iPhone tidak lagi diwajibkan memiliki akun Microsoft untuk menyinkronkan data penjelajahan. Cukup gunakan akun Apple yang sudah tertanam di perangkat, data seperti bookmark, riwayat, dan kata sandi bisa tersinkronisasi antara HP dan PC.
Kebijakan ini menandai pergeseran pendekatan Microsoft. Sebelumnya, Edge dirancang untuk mendorong pengguna masuk ke ekosistem Microsoft. Kini, perusahaan justru mengakomodasi pengguna yang sudah nyaman dengan akun Google atau Apple.
Bagi pengguna di Indonesia yang sehari-hari memakai iPhone dan laptop Windows 11, fitur ini menghilangkan hambatan teknis. Tidak perlu lagi membuat dan mengingat kata sandi akun Microsoft tambahan hanya untuk sekadar menyinkronkan data browser.
Langkah ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang Microsoft di ranah mobile. Setelah menutup Windows Phone, perusahaan di bawah kepemimpinan Satya Nadella mengubah arah. Microsoft membeli aplikasi populer seperti Wunderlist dan SwiftKey untuk membangun kehadiran di Android dan iOS.
Bahkan pada 2015, Nadella pernah bercanda tentang "iPhone Pro" yang digunakannya—sebutan untuk iPhone biasa yang dipenuhi aplikasi Microsoft. Namun, ambisi tersebut meredup. Sejumlah aplikasi Microsoft di mobile kini terbengkalai atau kalah saing dengan kompetitor.
Penambahan dukungan akun Apple dan Google di Edge bisa dibaca sebagai pengakuan halus: Microsoft tidak lagi memaksa pengguna masuk ke payung akunnya. Demi mempertahankan pengguna Edge di PC, perusahaan justru harus membiarkan mereka hidup di dalam ekosistem akun Apple dan Google.
Bagi pengguna yang memakai beberapa perangkat, fitur ini menyederhanakan alur kerja. Data penjelajahan di iPhone bisa langsung tersinkronisasi ke Edge di PC Windows tanpa perantara akun Microsoft.
Kendati demikian, perlu dicatat bahwa fitur ini masih berada dalam tahap pengujian di build Canary—versi pengembangan yang belum stabil. Belum ada kepastian kapan dukungan ini akan dirilis ke publik secara luas melalui kanal stabil.
Microsoft juga masih mengizinkan penggunaan Edge tanpa akun sama sekali. Namun, fitur sinkronisasi dan beberapa fungsi lain tetap membutuhkan proses masuk menggunakan akun tertentu.
Perubahan ini menunjukkan arah baru Microsoft: bersaing di ranah browser dengan mengutamakan fleksibilitas, bukan mengunci pengguna dalam ekosistemnya sendiri. Bagi pengguna yang menginginkan pengalaman browsing yang nyambung antara iPhone dan PC Windows tanpa ribet, fitur ini layak ditunggu.