NUSA TENGGARA TIMUR — Roket Starship milik SpaceX berhasil mencapai orbit Bumi untuk pertama kalinya dalam peluncuran dari South Texas, Senin pagi waktu setempat. Meski demikian, wahana ini kehilangan satu dari enam mesin Raptor pada tahap atas tak lama setelah pemisahan, memaksa perusahaan menunda lalu melanjutkan dorongan ke orbit. Pencapaian ini membuka jalan bagi Starship untuk misi komersial reguler dan target ambisius Elon Musk: roket yang sepenuhnya dapat digunakan ulang.
Peluncuran Starship dari fasilitas SpaceX di South Texas menandai kali pertama tahap atas wahana tersebut menembus orbit Bumi. Seluruh rangkaian pemeriksaan awal peluncuran terlewati sesuai rencana sebelum insiden kehilangan mesin terjadi di ketinggian.
Kehilangan satu mesin Raptor dari total enam unit di tahap atas seharusnya tidak menghalangi Starship mencapai orbit. SpaceX sempat membatalkan upaya pencapaian orbit, namun beberapa menit kemudian memutuskan untuk tetap melanjutkan misi.
Mencapai orbit adalah prasyarat yang membuka pintu bagi Starship untuk dipakai dalam misi komersial rutin. Lebih dari itu, tonggak ini mendekatkan SpaceX pada target utama mereka: menciptakan roket raksasa yang sepenuhnya dapat digunakan ulang.
Elon Musk mengarahkan seluruh perusahaan berpusat pada Starship. Wahana ini menjadi kunci rencana SpaceX mengoperasikan misi ke bulan untuk NASA, hingga gagasan jangka panjang seperti menempatkan satelit pusat data di orbit.
Sebelum peluncuran, SpaceX merancang tahap atas Starship mengorbit Bumi enam kali selama sembilan jam. Dalam rentang itu, wahana dijadwalkan menempatkan 26 satelit Starlink generasi ketiga ke konstelasi internet milik perusahaan.
Belum jelas apakah rencana tersebut berubah menyusul keterlambatan masuk ke orbit Bumi. SpaceX belum memberikan keterangan resmi soal status deployment satelit maupun penyesuaian jadwal misi.
Di sisi lain, SpaceX mencatat kemajuan pada upaya mengembalikan tahap booster Super Heavy ke landasan peluncuran. Setelah berpisah dari tahap atas beberapa menit setelah lepas landas, booster kembali ke pesisir Teluk dan melakukan pendaratan simulasi di atas air.
Ini menjadi pendaratan simulasi terbersih yang pernah dilakukan SpaceX dengan versi V3 Starship. Versi tersebut mulai diuji perusahaan sejak Mei.
Keberhasilan mencapai orbit, meski diwarnai kendala mesin, memperkuat posisi Starship sebagai tulang punggung ambisi SpaceX di sektor peluncuran antariksa komersial. Pengembangan selanjutnya akan menentukan seberapa cepat wahana ini siap dipakai untuk misi berulang.