Pemkot Kupang Latih 60 Anggota DWP Kelola Keuangan Keluarga, Sekda Ingatkan Bahaya Pinjol

Penulis: Chandra Kusuma  •  Selasa, 29 September 2026 | 09:31:31 WIB
Sekda Kota Kupang Jeffry Pelt membuka pelatihan literasi finansial bagi 60 pengurus dan anggota DWP di lingkungan Pemkot Kupang.

Pemerintah Kota Kupang menggelar pelatihan literasi finansial bagi 60 pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) di lingkungan pemkot setempat. Kegiatan ini menyasar perempuan sebagai pengelola keuangan rumah tangga agar mampu membedakan kebutuhan dan keinginan serta terhindar dari jeratan pinjaman online. Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Pelt menekankan bahwa kemampuan mengelola uang secara bijak menjadi kunci ketahanan ekonomi keluarga.

KUPANG — Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Pelt membuka langsung pelatihan literasi finansial yang diikuti 60 peserta dari unsur dinas, badan, bagian, dan kecamatan di lingkungan Pemkot Kupang. Peserta terdiri dari pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang. Pelatihan menghadirkan narasumber dari Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang serta perwakilan Bank Indonesia KPw Provinsi NTT.

Jeffry menyoroti kemudahan transaksi digital yang berkembang pesat belakangan ini. Menurut dia, akses yang semakin mudah justru menuntut setiap keluarga lebih cermat dalam mengelola keuangan.

Membedakan Kebutuhan dan Keinginan Jadi Kunci

Dalam paparannya, Jeffry menekankan pentingnya kemampuan memilah prioritas pengeluaran keluarga. Ia menilai gaya hidup konsumtif menjadi pemicu utama masalah finansial rumah tangga.

"Literasi keuangan sangat penting agar kita bisa menghargai uang, mengelola pengeluaran dengan bijak, dan memilih mana yang dibutuhkan dan mana yang diinginkan. Jangan sampai karena tuntutan gaya hidup, kita kemudian terjebak dalam pinjaman online yang dapat mengganggu kondisi ekonomi dan kehidupan keluarga," kata Jeffry di Kupang, Senin.

Ia juga mendorong peserta membangun kebiasaan menabung untuk kebutuhan masa depan. Pendidikan anak dan kesehatan keluarga disebutnya sebagai dua pos prioritas yang harus dianggarkan sejak dini.

Waspadai Penipuan Digital dan Kejahatan Siber

Jeffry mengingatkan peserta agar meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko transaksi digital. Penipuan daring dan penyalahgunaan layanan keuangan menjadi ancaman yang harus diantisipasi.

"Yang kita perlukan bukan sekadar berhemat, tetapi bijak dalam menggunakan uang. Kita perlu memiliki perencanaan, memiliki saving untuk pendidikan anak dan kesehatan, serta mampu mengelola keuangan keluarga dengan baik," ujarnya.

Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang Meilan Sibuea menyebut perempuan memiliki peran strategis sebagai pengelola keuangan rumah tangga. Menurut dia, pemahaman yang baik soal kebutuhan, keinginan, tabungan, dan perencanaan keuangan menjadi bekal wajib bagi anggota DWP.

Meilan menjelaskan bahwa digitalisasi membawa dua sisi sekaligus. Kemudahan transaksi keuangan berjalan beriringan dengan risiko penipuan daring dan kejahatan siber yang mengintai pengguna.

Bekal Praktis untuk Keputusan Finansial Keluarga

Pelatihan ini diharapkan membekali anggota DWP dengan pengetahuan praktis. Tujuannya agar mereka mampu mengambil keputusan finansial secara cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab.

Meilan berharap ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketahanan finansial keluarga dan kesejahteraan rumah tangga menjadi sasaran akhir dari kegiatan tersebut.

Pemkot Kupang menempatkan literasi keuangan sebagai salah satu upaya penguatan ekonomi keluarga di tingkat akar rumput. Perempuan yang mengelola keuangan rumah tangga menjadi sasaran utama program ini.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top