NUSA TENGGARA TIMUR — Toyota mencatatkan penjualan wholesale 20.357 unit pada Agustus 2026 dan masih memimpin pasar mobil Indonesia versi data GAIKINDO. Daihatsu menyusul di posisi kedua dengan 13.214 unit, sementara BYD menempel ketat di peringkat ketiga lewat 7.870 unit. Peta persaingan berubah karena Honda untuk pertama kalinya tergeser dari lima besar.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan Toyota masih menjadi merek dengan distribusi terbesar sepanjang Agustus 2026. Pencapaian itu ditopang lini MPV dan SUV yang konsisten menjadi tulang punggung penjualan mereka.
Lima model terlaris Toyota pada periode ini adalah Innova, Avanza, Calya, Veloz, dan Rush. Kombinasi MPV keluarga dan SUV murah itu membuat Toyota kuat di dua segmen sekaligus.
Volume penjualan yang tinggi berbanding lurus dengan kapasitas produksi yang dijaga stabil. Toyota belum menunjukkan tanda kehilangan pangsa pasar meski tekanan dari merek China semakin terasa.
Daihatsu menempati posisi kedua dengan 13.214 unit. Berbeda dari Toyota, kekuatan Daihatsu justru datang dari segmen komersial.
Gran Max dalam versi pikap, blind van, dan minibus menyumbang 6.662 unit, atau lebih dari separuh total penjualan Daihatsu bulan itu. Angka tersebut menegaskan posisi Gran Max sebagai tulang punggung bisnis Daihatsu di Indonesia.
BYD mencatat 7.870 unit dan langsung menempati peringkat ketiga. Pencapaian ini melampaui sejumlah merek yang sudah jauh lebih lama beroperasi di pasar Indonesia.
Dua model utama BYD adalah Atto 1 dengan 5.560 unit dan M6 dengan 1.840 unit. Dominasi Atto 1 menunjukkan segmen hatchback listrik mulai diterima konsumen luas, bukan lagi sekadar niche.
Suzuki berada di urutan keempat dengan 5.935 unit. Pola penjualannya mirip Daihatsu, bertumpu pada Carry pikap, van, dan chassis untuk kebutuhan niaga.
Mitsubishi Motor mencatat 5.022 unit dan Mitsubishi Fuso 4.882 unit. Xpander dan Destinator menjadi model terlaris dari lini Mitsubishi Motor.
Jaecoo menempel di belakang dengan 3.300 unit. Pada tahun keduanya di Indonesia, merek asal China ini mengandalkan Jaecoo J5 yang menyumbang 3.214 unit, hampir seluruh penjualan mereka.
Honda hanya mencatat 3.177 unit dan berada di posisi kedelapan. Ini pola yang tidak biasa karena sebelumnya Honda nyaris selalu menghuni lima besar merek terlaris.
Penurunan posisi Honda memberi sinyal bahwa persaingan di segmen menengah semakin ketat, terutama dengan masuknya pemain China yang agresif menambah lini produk.
Dua posisi terakhir diisi Isuzu dengan 2.914 unit dan Hino dengan 2.871 unit. Keduanya tetap dominan di segmen komersial berat seperti logistik, ekspedisi, dan pertambangan.
Pasar kendaraan niaga memang tidak sebesar segmen penumpang, tetapi permintaannya stabil karena terikat kebutuhan operasional perusahaan.
Komposisi sepuluh besar Agustus 2026 memperlihatkan pergeseran yang jelas. Merek Jepang masih menguasai volume, tetapi merek China seperti BYD dan Jaecoo kini menempati posisi yang tidak bisa diabaikan.
Bagi konsumen, persaingan ini berpotensi memperluas pilihan model dan menekan harga, khususnya di segmen hatchback dan SUV kompak yang menjadi medan tempur utama kedua kubu.