Sebulan Pascagempa Flores, 23.578 Warga NTT Masih di Pengungsian, BNPB Verifikasi Data Kerusakan

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Rabu, 30 September 2026 | 08:01:01 WIB
Pengungsi gempa Flores masih bertahan di tenda darurat di Tendakinde, Kabupaten Nagekeo, hingga 29 September 2026.

NAGEKEO — BNPB mencatat 23.578 warga terdampak gempa masih berada di titik pengungsian hingga 29 September 2026. Angka itu dirilis lebih dari sebulan setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Sebagian pengungsi bertahan di tenda darurat yang didirikan di lahan terbuka, seperti terlihat di Tendakinde, Kabupaten Nagekeo. Alas tempat tidur diangkat warga ke dalam tenda untuk bertahan dari cuaca malam.

Ribuan Gempa Susulan Jadi Alasan Warga Belum Pulang

BNPB mencatat ribuan gempa susulan terjadi setelah gempa utama. Getaran yang terus muncul membuat sebagian warga memilih tetap di pengungsian meski rumah mereka masih berdiri.

Pemkab Nagekeo sebelumnya menyebut sebagian besar pengungsi mulai kembali ke rumah. Bantuan natura kini difokuskan kepada kelompok rentan, terutama lansia, anak-anak, dan warga dengan kondisi kesehatan khusus.

Pemerintah juga menyiapkan hunian sementara bagi warga yang rumahnya rusak berat. Hunian itu jadi tempat tinggal antara sampai proses rekonstruksi selesai.

Verifikasi Data Kerusakan Rumah dan Fasilitas Umum

Penanganan pascagempa diarahkan ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah masih memverifikasi data kerusakan rumah serta fasilitas umum di sejumlah wilayah NTT.

Verifikasi dilakukan untuk memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat dari pendataan bantuan. Data yang akurat jadi dasar penyaluran dana dan material perbaikan.

Sejumlah wilayah di NTT terdampak gempa Flores, dengan Nagekeo menjadi salah satu titik penanganan pengungsi terbesar. Bantuan logistik dan tenda terus disalurkan ke lokasi-lokasi yang masih menampung warga.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: suara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top