Pencarian

Pemprov NTT Suntik Rp 100 Juta ke Setiap Desa Siap Kembangkan Produk Unggulan, Gubernur Ingatkan Modal Harus Hidup

Selasa, 11 Agustus 2026 • 18:49:01 WIB
Pemprov NTT Suntik Rp 100 Juta ke Setiap Desa Siap Kembangkan Produk Unggulan, Gubernur Ingatkan Modal Harus Hidup
Gubernur NTT meninjau produk Selai Kacang Tuadale dan Cookies Tuadale buatan warga Desa Lifuleo saat peluncuran produk UMKM di Pantai Oesina, Selasa (11/8).

KUPANG — Ratusan warga memadati area Pantai Oesina, Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, saat peluncuran produk UMKM dan kampanye kesehatan masyarakat, Selasa (11/8). Prosesi penjemputan adat, tabuhan gong, dan tari daerah membuka acara yang sekaligus menjadi ajang deklarasi kemandirian ekonomi desa tersebut.

Momentum ini dipilih Pemprov NTT untuk memperkuat intervensi program One Village One Product (OVOP). Skema bantuannya jelas: Rp 100 juta untuk setiap desa yang dinilai siap mengolah dan memproduksi barang unggulan daerahnya sendiri.

Selai Kacang Tuadale Jadi Contoh Nyata Hilirisasi Desa

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, meninjau langsung sajian Selai Kacang Tuadale dan Cookies Tuadale yang diproduksi warga setempat. Dari produk inilah ia mencontohkan alur hilirisasi yang wajib diterapkan penerima bantuan.

“Tapi saya ingin tegaskan: Rp100 juta ini bukan uang yang habis dibelanjakan. Ini modal yang harus hidup,” tegas Melki Laka Lena di sela-sela peninjauan lokasi.

Ia memaparkan, dana tersebut harus mengalir untuk pengolahan bahan baku, pengemasan modern, pengurusan izin resmi, hingga pemasaran. Profit dari penjualan wajib diputar kembali menjadi modal usaha.

Mengapa NTT Butuh Perputaran Uang Lokal?

Intervensi ini lahir dari keprihatinan terhadap neraca dagang daerah yang selama ini timpang. Produk konsumsi harian warga NTT masih didominasi barang dari luar wilayah.

“Kita terlalu lama menjadi pasar bagi produk dari luar. Sekarang waktunya NTT memproduksi, NTT membeli, dan uangnya berputar di NTT,” ujarnya penuh optimisme.

Melalui skema ini, pemerintah ingin menggeser posisi desa dari sekadar konsumen menjadi produsen. Setiap desa didorong memetakan potensi lokalnya masing-masing, baik dari sektor pangan olahan, kerajinan, maupun komoditas lain yang memiliki nilai jual.

Komitmen Warga dan Perajin Lokal di Pesisir Oesina

Acara yang berlangsung hingga siang hari itu diakhiri dengan sesi foto bersama jajaran pemerintah daerah, para pemuda, dan perajin lokal di bawah rindangnya pohon pesisir. Momen ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mendorong kemandirian ekonomi desa di Nusa Tenggara Timur.

Ke depan, Pemprov NTT akan terus memantau perkembangan desa-desa penerima bantuan agar dana yang digulirkan benar-benar produktif. Keberhasilan Desa Lifuleo dengan produk kacangnya diharapkan menjadi percontohan bagi desa lain di provinsi ini.

Follow www.halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: koranntt.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks