KUPANG — Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang resmi menggelar Lomba Bertutur Tingkat Kota Kupang Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Kupang.
Pembukaan acara turut dihadiri oleh Bunda Literasi Kota Kupang, dr. Widya Cahya, Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kupang Frengki Amalo, S.Sos., MM, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah, dewan juri, dan guru pendamping.
Bentengi Generasi Muda dari Dampak Era Digital
Sekda Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis untuk menanamkan kecintaan membaca dan literasi sejak usia dini. Hal ini dinilai penting untuk membentengi sekaligus membentuk karakter generasi muda di tengah derasnya arus era digital.
“Melalui kegiatan bertutur ini, kita tidak hanya mengajarkan anak-anak untuk berani tampil di depan umum, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap minat baca, cerita rakyat, dan kekayaan budaya daerah sejak usia sekolah dasar,” ujar Jeffry E. Pelt saat memberikan arahan.
Lebih dari Sekadar Perebutan Gelar Juara
Penyelenggaraan lomba ini diarahkan bukan sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi wahana untuk mengasah keberanian tampil di depan publik serta memperhalus kecakapan berkomunikasi anak.
Antusiasme peserta terlihat jelas di sela-sela perlombaan. Salah satunya diungkapkan oleh Merlina, seorang peserta yang mengaku senang membawakan kisah dongeng tradisional di hadapan para juri.
“Saya senang ikut lomba bertutur karena memang suka bercerita, termasuk cerita rakyat,” ujarnya dengan penuh percaya diri saat menceritakan alasannya berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.
Menanamkan Cinta Budaya Daerah Sejak Dini
Melalui Lomba Bertutur ini, para pelajar diajak untuk mengenal lebih dekat kekayaan cerita rakyat yang menjadi warisan budaya daerah. Kegiatan ini juga menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap literasi dan budaya lokal sejak dini.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan generasi muda Kota Kupang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan bangga terhadap identitas budayanya sendiri.