KUPANG — Sebanyak 64 instansi di Nusa Tenggara Timur mengerahkan personelnya untuk menyalurkan paket bantuan pangan dan pendidikan ke 23 titik sasaran di Kota Kupang. Aksi kemanusiaan ini dilepas langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma di halaman Gedung Sasando, Rabu pagi (12/8).
Ratusan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai lintas instansi tampak memadati halaman kantor gubernur. Mereka mengenakan kemeja putih dan celana hitam, berbaur dengan para penggerak aksi yang mengibarkan bendera papan catur putih-hitam sebagai tanda pemberangkatan armada bantuan.
Bantuan Menyasar Panti Asuhan Hingga Warga Binaan Lapas
Paket bantuan yang disalurkan berisi beras, telur, susu, kacang hijau, bahan harian, hingga perlengkapan sekolah. Titik penyaluran mencakup 21 panti asuhan, yayasan, dan komunitas sosial, ditambah dua lembaga pemasyarakatan di Kupang.
Dua lapas yang menjadi sasaran adalah Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Kupang dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Kupang. Kolaborasi ini melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov NTT, BUMN, BUMD, hingga instansi vertikal.
"Kemerdekaan Harus Terasa Sampai ke Hati yang Membutuhkan"
Dalam sambutannya di lokasi acara, Gubernur Melki Laka Lena mengingatkan agar perayaan kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan upacara bendera. Ia mendorong seluruh jajaran untuk menghadirkan dampak sosial yang bisa dirasakan langsung masyarakat.
"Kemerdekaan bukan hanya tentang upacara. Kemerdekaan harus terasa sampai ke hati mereka yang sedang membutuhkan," tegas Melki Laka Lena di hadapan jajaran pejabat dan peserta pelepasan.
Pernyataan tersebut menjadi penegas arah kebijakan Pemprov NTT dalam menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, yang jatuh pada tahun 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai wujud konkret pemaknaan atas kemerdekaan bangsa.
Aksi Sosial Jadi Tradisi Tahunan Pemprov NTT
Pelepasan armada bantuan ini menjadi rangkaian awal dari serangkaian kegiatan menyambut hari kemerdekaan di tingkat provinsi. Para penggerak aksi bersama pimpinan daerah turut hadir dalam prosesi yang berlangsung di teras gedung ikonik tersebut.
Melalui penyaluran serentak ke berbagai penjuru kota, Pemprov NTT berharap semangat kemerdekaan dapat dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di balik jeruji besi. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam menghadirkan layanan sosial bagi warga.