Pencarian

Kemenpar Sertifikasi 30 Pemandu Snorkeling Labuan Bajo, Standar Keselamatan Wisata Bahari Diperketat

Selasa, 29 September 2026 • 05:31:01 WIB
Kemenpar Sertifikasi 30 Pemandu Snorkeling Labuan Bajo, Standar Keselamatan Wisata Bahari Diperketat
Peserta mengikuti asesmen sertifikasi pemandu snorkeling di kawasan Pantai Pede, Labuan Bajo.

LABUAN BAJO — Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Industri Kementerian Pariwisata, Faisal, menyatakan sertifikasi ini merupakan respons terhadap persoalan keselamatan wisata. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi tindak lanjut rapat koordinasi bersama Menteri Pariwisata beberapa waktu sebelumnya.

Proses asesmen berlangsung di sekitar kawasan Pantai Pede, Labuan Bajo. Peserta diuji mengacu pada standar kompetensi yang dipersyaratkan bagi pemandu wisata snorkeling.

Kompetensi yang Diuji: Teknis hingga Penanganan Darurat

Materi asesmen mencakup kemampuan teknis, pelayanan, pengenalan risiko, dan keselamatan. Faisal menegaskan proses penilaian harus dilakukan sesuai prosedur dan independen.

"Mereka yang memang kompeten harus dinyatakan kompeten, sementara yang belum kompeten harus dinyatakan belum kompeten. Hal ini penting karena menyangkut kualitas, kepercayaan, pelayanan, dan tentu saja keselamatan wisatawan," ujarnya.

Penekanan pada prosedur independen itu membuat hasil sertifikasi tidak bisa diperoleh lewat jalur instan. Hanya peserta yang memenuhi standar kompetensi yang dinyatakan lulus.

Sertifikasi sebagai Pengakuan Kompetensi, Bukan Sekadar Administrasi

Direktur LSP Pramindo, Sri Suryani, menyebut sertifikasi sebagai bentuk pengakuan terhadap kompetensi seseorang setelah melalui asesmen berdasarkan standar yang berlaku. Menurutnya, penguasaan pengetahuan dan keterampilan saja tidak cukup.

"Sertifikasi itu adalah bentuk pengakuan. Seorang pemandu wisata dinyatakan kompeten apabila menguasai pengetahuan, keterampilan, dan yang pasti, karena Indonesia terkenal dengan hospitality-nya, seorang pemandu wisata juga harus memiliki sikap atau attitude yang baik," katanya.

Aspek sikap dinilai sejalan dengan karakter wisata bahari Labuan Bajo yang mengandalkan interaksi langsung antara pemandu dan wisatawan. Pemandu menjadi ujung tombak pengalaman wisata di perairan.

Mengapa Labuan Bajo Butuh Pemandu Bersertifikat

Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menilai penguatan kompetensi pemandu sebagai bagian penting dalam membangun pariwisata Labuan Bajo yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

"Pemandu wisata merupakan bagian penting dari pengalaman wisatawan. Karena itu, kompetensi tidak hanya berbicara tentang kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana memberikan pelayanan yang baik, memahami kondisi wisatawan, mengenali potensi risiko, serta mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat," ujarnya.

Ia menambahkan peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan sertifikasi perlu dilakukan secara berkelanjutan. Tujuannya memastikan kegiatan wisata bahari di Labuan Bajo didukung tenaga pemandu yang memiliki kompetensi sesuai standar.

Dampak ke Standar Pelayanan Wisata Bahari

Penguatan kompetensi ini diharapkan menaikkan standar pelayanan dan keselamatan wisata bahari. Alasannya, pemandu merupakan tenaga yang berinteraksi langsung dengan wisatawan saat beraktivitas di perairan.

Kegiatan itu diselenggarakan Kemenpar bersama LSP Pramindo, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Kolaborasi lintas lembaga ini menempatkan sertifikasi sebagai bagian dari upaya memperkuat keselamatan wisata, sekaligus tindak lanjut koordinasi pemerintah terkait pemulihan pariwisata Flores.

Follow www.halokupang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kupang.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks